oleh

Dekatkan Masyarakat dengan Sarana Pelatihan, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Andalkan BLK Komunitas

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG –- Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung terus mendekatkan masyarakat dengan sarana dan prasarana pelatihan di tingkat basis sebagai bagian dari upaya memulihkan sektor ketenagakerjaan. Upaya itu salah satunya dilakukan dengan mengembangkan kompetensi calon tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja melalui Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK) Komuitas.

Langkah ini ditempuh salah satunya dengan mengadakan pertemuan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang berbasis Pesantren Se-Provinsi Lampung, Forum Jejaring Pemagangan Kerja (FKJP) Provinsi Lampung, Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HLLSI) Provinsi Lampung serta Kepala Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung. Acara berlangsung di Hotel Asoka Luxury Bandarlampung, Selasa (7/9/2021).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Dr. Agus Nompitu, S.E., M.T.P., mengatakan acara tersebut untuk menyinergikan program kegiatan pada sekitar 70 BLK Komunitas se-Provinsi Lampung dengan dan 5 BLK yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah dan 220 LPK yang dikelola oleh swasta.

“Kolaborasi dan sinergitas perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, daya saing bagi masyarakat juga penaganan perluasan kesempatan kerja dan pemagangan bagi masyarakat, khusus angkatan kerja di Provinsi Lampung,” jelas Dr. Gusnom, begitu sapaan akrab Agus Nompitu saat wawancara dengan media, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Dinas Tenga Kerja Provinsi Lampung memiliki 4 Balai Latihan Kerja (BLK), yaitu : BLK Bandarlampung, BLK Metro, BLK Kalianda dan BLK Way Abung.

“Sementara Pemkab yang memiliki BLK yakni Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yaitu BLK Lampung Barat,” jelas Dr. Gusnom.

Dr. Gusnom menjelaskan, BLK ini memiliki tugas untuk melatih berbagai keterampilan seperti; mekanik, elektronik, ahli las, menjahit, komputer, perhotelan, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  May Day, Disnaker Provinsi Lampung Titip Pesan Ini buat Buruh

Berkaitan dengan BLK Komunitas, lanjut Dr. Gusnom adalah suatu unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di Lembaga Keagamaan seperti Pondok Pesantren, Seminari, Dharmmasekha, Pasraman, dan komunitas lainnya.

“BLK Komunitas juga berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi atau keahlian guna memberikan keterampilah kerja kepada siswa dan komunitas di sekitar lembaga, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau mendorong untuk berwira usaha,” tandasnya.

BLK Komunitas lanjut Kadis Tenaga Kerja Lampung, merupakan terobosan pemerintah untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan keagamaan dengan tambahan keterampilan atau hard skill.

“Pendirian BLK Komunitas adalah upaya meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas,” jelas Dr. Gusnom.

Dr. Gusnom berharap dengan kehadiran BLK Komunitas, maka santri dan siswa lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat di sekitarnya mendapatkan akses pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

“BLK Komunitas harus tetap membuka diri untuk bekerja sama serta berjejaring dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun perusahaan atau industri,” tambahnya.

Berkaitan dengan peningkatan produktivitas lanjut Dr. Gusnom, Pemerintah Provinsi Lampung menjalin kerja sama pemagangan dengan IM Japan dalam rangka mengurangi pengangguran.

“Program pemaganan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI bekerja sama dengan International Manpower Development Organization Japan atau IM Japan,” tutup Kadis.

Sementara itu, Peneliti Pusat Pengembangan Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan RI Yeni Nuraini, mengatakan BLK Komunitas merupakan salah satu program prioritas nasional untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat, khususnya di kalangan komunitas lembaga keagamaan, lembaga pendidikan agama, dan serikat pekerja.

“Kenapa diambil pesantren, karena pesantren-pesantren ini lokasinya ada sampai pelosok-pelosok, sehingga masyarakat lebih mudah untuk untuk mengakses,” jelas Yeni.

BACA JUGA:  Indosaat Ooredoo Hadirkan Kembali Paket 1000

Dikatakan Yeni, selain pesantren tentunya organisasi keagamaan yang lain juga menjadi target dari BLK Komunitas.

“Dan satu lagi adalah BLK Komuntas sudah dicanangkan untuk serikat pekerja juga. Jadi sudah ada serikat pekerja yang mendirikan BLK Komunitas, jadi tidak hanya komunitas keagamaan saja,” pungkas Yeni.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed