oleh

Paus Fransiskus Umumkan 2 Maret sebagai Hari Doa dan Puasa untuk Ukraina

ALTUMNEWS.Com — Paus Fransiskus mengatakan hatinya sakit atas situasi di Ukraina dan mengumumkan “Hari Puasa untuk Perdamaian” pada Rabu Abu. Rabu Abu jatuh pada 2 Maret 2022.

Selama Audiensi Umum pada hari Rabu, Paus Fransiskus membuat seruan yang tulus untuk perdamaian di Ukraina, dengan mengatakan bahwa ancaman perang telah menyebabkan “rasa sakit yang luar biasa di hati saya.”

“Terlepas dari upaya diplomatik beberapa minggu terakhir,” kata Paus
seperti dikutip dari Vatikan News, Kamis (24/2/2022).

“Skenario yang semakin mengkhawatirkan terbuka,” dengan banyak orang di seluruh dunia merasa sedih dan sakit.

“Sekali lagi perdamaian semua terancam oleh kepentingan partisan,” tegasnya

Paus Fransiskus mengimbau mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memeriksa hati nurani mereka dengan serius di hadapan Allah.

“Yang adalah Allah perdamaian dan bukan perang, yang adalah Bapa dari semua, bukan hanya sebagian, yang ingin kita menjadi saudara dan bukan musuh,” tandasnya.

Dia juga berdoa agar semua pihak yang terlibat menahan diri dari tindakan apa pun yang akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi rakyat, mengacaukan koeksistensi antar negara dan membawa hukum internasional ke dalam keburukan.”

Doa dan puasa untuk kedamaian

Berbicara di akhir Audiensi Umum, Paus Fransiskus mengundang semua orang untuk menjadikan 2 Maret, Rabu Abu, sebagai Hari Puasa untuk Perdamaian.

“Saya mendorong orang percaya dengan cara khusus untuk mendedikasikan diri mereka secara intens untuk berdoa dan berpuasa pada hari itu. Semoga Ratu Damai menjaga dunia dari kegilaan perang,” katanya.***

Editor : Robertus Bejo

BACA JUGA:  Kalbe Donasi APD Untuk RS Terapung

Komentar

News Feed