oleh

Romo Apol Pimpin Misa Hari Raya Kamis Putih di Gereja Katolik Ratu Damai Teluk Betung Bandarlampung

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung Bandarlampung RD Apolonius Basuki memimpin Perayaan Ekaristi Hari Raya Kamis Putih di Gereja Katolik Ratu Damai Teluk Betung, Bandarlampung, Kamis (14/4/2022).

Ratusan umat Katolik setempat mengikuti perayaan ekaristi ini dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Dalam homilinya Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung mengawalinya dengan quote Robert Mugabe, presiden pertama Zimbabwe.

“Robert Mugabe pernah berkata begini ‘Lebih baik duduk di bar atau karaoke tetapi memikirkan Tuhan daripada duduk di gereja selalu memikirkan bir dan dosa’ ”, kata Romo Apol, begitu RD Apolonius Basuki akrab disapa, mengawali homilinya.

Semua orang dapat mencintaimu lalu menipumu, di belakang sama seperti kita mencintai Tuhan selalu berbuat dosa setiap saat.

Karena dicium bukan berarti engkau dicintai. Kalau tidak percaya tanyakan kepada Yesus bagaimana Ia dicium Yudas Iskariot.

Pada malam perjamuan terakhir ada kuasa jahat bercampur dengan kuasa yang suci. Ada iblis di sini, ada kuasa jahat perjamuan malam terakhir, semacam perpisahan sebelum Yesus pergi kepada Bapanya.

Kuasa jahat mewujud dalam Yudas Yudas Iskariot yang kerasukan iblis justru pada saat Yesus memberinya roti Yesus masih menganggap Yudas Iskariot muridnya, keluarga yang diajak makan bersama, namun justru pada saat itulah kekuatan gelap yang melawan Yesus mewujud dalam diri manusia Yudas Iskariot.

Baginya jelas itulah saatnya iblis memakai cara-cara manusia untuk menggagalkan kehadiran Allah di tengah-tengah manusia.

Yudas Iskariot ini mata duitan, bendahara yang tidak jujur menjual Yesus dengan 30 keping perak. 30 keping perak adalah tebusan seorang budak kalau kita mau memperkerjakan budak kita harus membeli dia 30 keping perak.

BACA JUGA:  Rakor dan Dialog Tokoh Lintas Agama FKUB Provinsi Lampung Serukan Kerukunan

Ketika Yesus didera pastilah Yesus bisa menyelamatkan diri. Bukankah dia melakukan banyak mukjizat? Hal yang tak terduga terjadi Yesus tidak membalas kejahatan sedikitpun. Maka Yudas Iskariot menyesal akhirnya Yudas Iskariot mati gantung diri.

Di hati dengan dosa yang kecil, yang dianggap biasa-biasa saja lalu tidak apa-apa. Dosa yang kecil daya rusaknya luar biasa! Hal itu dialami Yudas iskariot.

Ratusan umat Stasi Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandarlampung, mengikuti Misa Hari Raya Kamis Putih dengan penuh hikmat.

Menurut Paus Fransiskus, Tuhan yang disebutnya sebagai Bapa dan mengajarkan bagaimana Bapa hidup terus di tengah-tengah daya gelap yang merusak ini dengan satu kalimat, “saling mengasihi”.

Bagaimana saling mengasihi itu dapat dibahasakan bagi orang sekarang yaitu; senasib sepenanggungan, sehati seperasaan, solider, bersekutu, berpartisipasi dan melakukan karya misi.

Bila Anda solidaritas orang mulai saling percaya. Dan bila orang saling percaya hubungan-hubungan, relasi-relasi selanjutnya bisa terbangun juga. Kesulitan atau perkara yang sangat sulit menjadi persoalan yang tidak lagi membuat putus asa.

Yesus pada malam perjamuan kudus sebagai kekuatan yang diwariskan Yesus adalah keyakinan untuk bersama-sama memperbaiki kemanusiaan yang rusak mulai dengan cara yang sederhana, tetapi sulit dijalankan.

Romo Apol saat memberi berkat pada anak-anak yang mengikuti Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Katolik Maria Ratu Damai Teluk Betung, Bandarlampung, Kamis (14/4/2022).

Sekali lagi saling mengasihi,saling memberi perhatian dalam Yohanes 16 ayat 12-15 terang-terangan dikatakan bahwa masih banyak yang akan diturunkan kepada para murid tetapi murid-murid belum kuat menanggungnya.

Ia tidak mempunyai banyak waktu lagi di dunia. Nanti pada saatnya Yesus akan mengirim Roh Kudus, Roh Kebenaran dan Roh Kebenaran ini akan menuntun manusia mendalami kebenaran di tengah-tengah kehidupan yang masih terasa sulit.

Mungkin minyak goreng masih langka, BBM naik, umat Katolik harus membeli teladan yang baik bahwa persoalan hidup ini bukan berasal dari satu tunggal, kompleks saling kait-mengkait. Kita tetap percaya kepada Pemerintah, dukung tidak usah ikut demo.

BACA JUGA:  SLRT Bersahaja Pringsewu Berbagi Ilmu pada Pertemuan Penguatan Jejaring PSKS Se-Provinsi Lampung

“Mari kita saling mengasihi kita, percaya penyelenggaraan Tuhan masih ada dalam hidup kita, dengan begitu kita sungguh menjadi murid-murid Tuhan,” pungkas Romo Apol.

Misa yang dimulai pukul 18.00 WIB ini berakhir pada pukul 19.15 WIB.***

Komentar

News Feed