oleh

Beri Kata Pengantar Pada Buku Pertama Habib Husein Ja’far Al Hadar, Ketua Gerakan Islam Cinta; Ayo Tampilkan Wajah Otentik Islam

ALTUMNEWS.Com — Apalagi Islam itu kalau bukan cinta?! Sebuah pertanyaan—sekaligus pernyataan—retoris yang menjadi raison d’etre Gerakan Islam Cinta (GIC). Pertanyaan yang darinya tergambar misi besar kehadiran dan eksistensi GIC. Pertanyaan yang menyatukan tidak kurang dari 40 Tokoh Muslim Indonesia hampir tujuh tahun silam untuk mendeklarasikan Gerakan Islam Cinta. Pertanyaan yang memiliki daya magnet dahsyat bagi siapa saja yang percaya bahwa Islam adalah agama cinta (rahmah), damai (salam), dan welas asih.

Karena memang, Tuhannya Islam adalah Tuhan kasih sayang yang menegaskan bahwa kasih sayang-Nya meliputi apa saja. Tuhan yang kasih sayang-Nya menaklukkan murka-Nya. Tuhan yang menciptakan manusia dan seluruh makhluk karena cinta. Dan hanya dengan cinta-lah, manusia dan seluruh makhluk dapat kembali kepada-Nya.

“Aku ingin mengenalkan Diri-ku bahwa Aku Pengampun, Penutup Aib, Yang Maha Indah dan Penyayang. Oleh karena itu, Aku menciptakan makhluk supaya diri-Ku dikenal”. Demikian firman Tuhan dalam sebuah hadis qudsi. Darinya kita dapat memahami bahwa Islam, dan semua agama, bermula dari Cinta, berakhir pada Cinta. Atas semua itu, dalam salah satu potongan sabda Nabi, dikatakan pula bahwa: “Cinta adalah asas (ajaran agama) ku.”

Dalam sambutan pendirian GIC disampaikan bahwa entah karena kesalahpahaman kaum Muslim sendiri, atau karena penyalahpahaman oleh pihak lain, otentisitas wajah Islam sebagai agama kasih sayang seperti tenggelam di bawah hiruk-pikuk peperangan dan kekerasan. yang seolah terjadi di mana-mana di dunia Islam. Akibatnya, bukan saja citra Islam menjadi rusak, di dalam kalangan Islam sendiri muncul kelompok-kelompok yang memiliki aspirasi pemaksaan pendapat dan kehendak, tak jarang dengan menghalalkan kekerasan.

Di bawah bayang-bayang penampakan wajah Islam yang makin meredup senyum hangat penuh cintanya belakangan ini, buku yang ditulis oleh sahabat saya Husein Ja’far Al-Hadar ini menjadi oase menyegarkan yang memperlihatkan kembali wajah otentik Islam: Cinta. Karena seluruh dimensi yang kita tengok dalam Islam, sudah pasti dilandasi oleh Cinta. Dalam akidah, dalam ibadah, juga dalam akhlak.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Tanggamus Olah TKP Kecelakaan Beruntun di Jalinbar Gisting

Harapan besar kami, buku yang diterbitkan berkat kerjasama GIC dengan PPIM UIN Jakarta ini merupakan bagian integral dari serial Gen Islam Cinta yang ditujukan khususnya bagi kalangan intelektual muda ini, dapat menegaskan kembali bahwa cinta adalah permulaan, pertengahan, dan akhir dalam Islam dan keberislaman kita.

Demikian sebuah kata pengantar Ketua Gerakan Islam Cinta (GIC) Eddy Aqdhiwijaya pada buku pertama Habib Husein Ja’far Al Hadar berjudul Apalagi Islam itu Kalau Bukan Cinta?!***

Komentar

News Feed