ALTUMNEWS.Com BANDAR LAMPUNG -— Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Serentak Operasi Pasar minyak goreng MinyaKita di 15 kabupaten/kota se-Lampung, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah menjalankan program ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat tetap aman.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, membuka kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Selanjutnya, seluruh pemangku kepentingan daerah dan OPD bidang perdagangan di kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut.
Operasi Pasar Digelar Serentak di Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung menggelar operasi pasar secara serentak di pasar tradisional yang masuk dalam pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan RI.
Di Kota Bandar Lampung, pemerintah menggelar operasi pasar di lima pasar, yaitu Pasar Pasir Gintung, Way Halim, Tugu, Kangkung, dan Panjang.
Dengan kegiatan ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Harga
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan operasi pasar menjadi instrumen penting untuk mengendalikan gejolak harga bahan pokok.
Menurutnya, minyak goreng menjadi komoditas strategis yang sangat memengaruhi inflasi daerah. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengawasan harga di pasar.
Selain itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor agar distribusi bahan pokok berjalan lancar.
Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga stabil dan terjangkau.
Pemprov Lampung Gandeng Bulog
Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Bulog Kantor Wilayah Lampung dalam pelaksanaan operasi pasar ini.
Kerja sama tersebut fokus pada penyediaan MinyaKita agar pasokan minyak goreng tetap stabil di pasaran.
Operasi pasar berlangsung pada 12–25 Mei 2026. Setiap titik operasi pasar menyediakan 50 dus atau sekitar 600 liter MinyaKita per hari.
Petugas kemudian menjual minyak goreng tersebut sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Operasi Pasar Tekan Inflasi Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung berharap operasi pasar serentak ini mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di seluruh wilayah.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengendalian inflasi dan peningkatan keterjangkauan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga pangan.***





