Indosat Luncurkan Zankore, Bangun AI Factory 1 GW Bersama NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA  — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) merilis platform kecerdasan buatan (AI) bernama Zankore by Indosat, Kamis (6/8/2026). Dalam proyek raksasa ini, IOH menggaet Ooredoo Group, NVIDIA, serta Nokia. Konsorsium ini menargetkan kapasitas AI Factory NVIDIA DSX hingga 1 gigawatt (GW). Oleh karena itu, fasilitas ini siap mengukuhkan posisi Indonesia sebagai hub AI regional Asia-Pasifik.

Bahkan, platform canggih ini hadir demi mempercepat adopsi enterprise AI maupun agentic AI di berbagai lini bisnis. Selain itu, Indosat ingin memperluas pemanfaatan AI untuk pemerintah, penyedia cloud, hingga pengembang teknologi lokal.

Pemerintah Dukung Pengembangan Infrastruktur AI Indonesia

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menyambut positif terobosan teknologi tersebut. Sebab, Indonesia memegang peluang emas sebagai pusat AI regional. Oleh sebab itu, pemerintah siap mengawal pembangunan infrastruktur digital nasional lewat investasi global.

Dengan demikian, kolaborasi strategis ini akan mendongkrak daya saing digital Indonesia. Pada akhirnya, masyarakat serta dunia usaha dapat memetik manfaat AI secara optimal.

Indosat Targetkan AI Factory 1 GW

Di sisi lain, Group CEO Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo menyebut infrastruktur AI sebagai fondasi utama ekonomi masa depan. Sebab, kebutuhan komputasi global terus melonjak tajam. Oleh karena itu, Ooredoo menyuntikkan investasi besar demi mengamankan pertumbuhan jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, President Director dan CEO IOH Vikram Sinha membeberkan alasan meluncurkan Zankore. Ia menjelaskan bahwa Zankore hadir melengkapi ekosistem AI perusahaan yang sudah mencakup Sahabat-AI, AI Grid, serta AI-RAN.

NVIDIA DSX dan GPU GB300 Perkuat Platform AI

Mengenai arsitekturnya, Zankore menggunakan NVIDIA DSX sebagai fondasi utama. Sebab, sistem ini menyatukan komputasi, jaringan, sistem pendingin, dan pengelolaan daya dalam satu wadah terpadu.

Sebagai langkah awal, Indosat menargetkan pasokan daya 200 MW pada paruh pertama 2027. Selanjutnya, perusahaan mengoperasikan platform menggunakan chip NVIDIA GB300 NVL72.

Menariknya, NVIDIA turut menyuntikkan teknologi DSX MaxLPS ke dalam sistem. Sebab, fitur cerdas ini mampu mendongkrak kapasitas komputasi hingga 40 persen tanpa menambah konsumsi listrik.

Kolaborasi Indosat, NVIDIA, Nokia, dan Ooredoo

Dalam pembagian tugasnya, setiap mitra memegang peran yang sangat krusial. Sebagai contoh, Ooredoo Group mengucurkan investasi jangka panjang untuk ekspansi regional. Sementara itu, Indosat menyediakan infrastruktur jaringan domestik serta pengalaman membangun ekosistem AI di Indonesia.

Di pihak lain, NVIDIA memasok unit GPU generasi terbaru, software AI, dan akses ekosistem global. Lalu, Nokia menyempurnakan proyek ini lewat jaringan AI-native berkoneksi tinggi serta sangat aman.

President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menegaskan pentingnya integrasi jaringan dalam AI Factory. Senada dengan hal itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta meyakini bahwa AI Factory siap mengakselerasi transformasi industri di Asia Tenggara.

Ulf Ewaldsson Pimpin Zankore by Indosat

Guna mengawal operasional harian, Zankore menunjuk Ulf Ewaldsson sebagai Chief Executive Officer (CEO). Sedangkan, Vikram Sinha menduduki posisi Director sekaligus Chairman of the Board bersama Aziz Aluthman Fakhroo. Selain mereka, Thomas Chevanne, Vishal Gupta, dan Arijit Ranjan Sarker turut bergabung sebagai jajaran Director.

Tim pimpinan eksekutif ini akan mengendalikan arah strategi, tata kelola, serta ekspansi bisnis Zankore di Asia Tenggara.

Zankore Siap Dorong Ekonomi AI Asia Tenggara

Melalui Zankore, Indosat menyajikan platform terpadu bagi penyedia cloud, perusahaan, pemerintah, serta inovator AI. Oleh karena itu, platform ini siap mempercepat adopsi AI di berbagai sektor bisnis. Pada akhirnya, langkah ini membuka kran pertumbuhan ekonomi digital baru bagi Indonesia.

Sebagai catatan penutup, Citi bertindak selaku penasihat keuangan eksklusif bagi Indosat. Sementara itu, FTI Capital Advisors mendampingi Ooredoo Group sepanjang proses transaksi ini.***