Gubernur Lampung: Karakter Generasi Muda Jadi Kunci Masa Depan Daerah

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai karakter generasi muda akan menentukan masa depan Provinsi Lampung. Karena itu, ia meminta anggota Pramuka memperkuat integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan semangat kebersamaan.

Pesan tersebut Rahmat sampaikan saat melepas 598 peserta Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Acara pelepasan berlangsung di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung. Dalam kegiatan itu, Rahmat hadir sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Kwarda Lampung.

598 Pramuka Lampung Bawa Nama Daerah ke Jamnas XII

Sebanyak 598 peserta akan mewakili Lampung dalam Jamnas XII. Mereka berasal dari 15 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Bagi Rahmat, keberangkatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Para peserta akan bertemu anggota Pramuka dari berbagai daerah, bertukar pengalaman, memperluas wawasan kebangsaan, sekaligus membangun persahabatan.

“Kalian dipercaya untuk menjadi wakil Provinsi Lampung. Kepercayaan itu harus dijaga bukan hanya lewat torehan prestasi, tetapi juga melalui kedisiplinan, sikap saling menghargai, dan soliditas kerja sama,” ujar Rahmat.

Ia mengingatkan peserta agar tidak menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Seringkali orang tidak mengingat siapa yang paling hebat, tapi mereka akan selalu mengingat siapa yang memiliki karakter terkuat,” katanya.

Pesan itu menjadi penting karena setiap peserta membawa nama Lampung. Sikap mereka selama mengikuti Jamnas XII juga akan mencerminkan karakter generasi muda daerah.

Gubernur Minta Pramuka Tampilkan Karakter Lampung

Jumlah peserta yang cukup besar menunjukkan perkembangan pembinaan Gerakan Pramuka di Lampung. Namun, Rahmat ingin peningkatan jumlah anggota berjalan bersama peningkatan kualitas.

Ia meminta peserta menjaga sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi toleransi.

Lebih jauh, Rahmat ingin peserta mengenalkan budaya Lampung melalui perilaku sehari-hari. Menurutnya, masyarakat tidak hanya mengenal Lampung melalui pakaian adat dan kekayaan budayanya.

“Tunjukkan bahwa budaya Lampung tidak sebatas dikenal melalui keindahan pakaian adatnya, melainkan tercermin nyata dari sikap menghormati orang lain dan menjaga tali persaudaraan,” tegasnya.

Rahmat juga meminta peserta pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman mengikuti perkemahan.

“Pulanglah nanti tidak hanya membawa pengalaman berkemah, namun juga membawa pengetahuan, jejaring sahabat, dan semangat baru,” ujarnya.

Jamnas XII Jadi Ruang Belajar dan Bangun Persahabatan

Jamnas XII membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari anggota Pramuka berbagai daerah.

Pertemuan tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus melatih kemampuan bekerja sama dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Rahmat meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Ia ingin mereka menjadikan Jamnas sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun pengalaman baru.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan, prestasi, integritas, dan karakter kuat.

Gubernur Minta Pembina Utamakan Kesehatan Peserta

Rahmat juga memberikan perhatian khusus kepada pembina dan pendamping kontingen. Ia meminta mereka mengawal seluruh peserta selama mengikuti kegiatan di Cibubur.

Aspek kesehatan dan keamanan harus menjadi prioritas. Para pembina juga perlu memastikan peserta mengikuti kegiatan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Dengan pendampingan yang optimal, peserta dapat menikmati seluruh rangkaian Jamnas sekaligus memperoleh pengalaman positif.

Karakter Jadi Modal Lampung Menuju Daerah Maju

Pesan Rahmat kepada kontingen Jamnas XII tidak berhenti pada kegiatan Pramuka. Ia menghubungkan pembentukan karakter dengan masa depan pembangunan Lampung.

Pembangunan daerah, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan gedung, jalan, dan infrastruktur. Lampung membutuhkan generasi muda yang jujur, disiplin, kompetitif, bertanggung jawab, serta mau terus belajar.

“Masa depan Lampung tidak sekadar dibangun oleh gedung-gedung yang kita dirikan, melainkan harus bertumpu pada karakter generasi mudanya,” ujar Rahmat.

Karakter tersebut akan menjadi modal penting ketika generasi muda memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Jika generasi mudanya jujur, disiplin, kompetitif, dan memiliki mental pembelajar, saya yakin ke depan Lampung akan melesat menjadi daerah yang maju,” pungkasnya.

Peserta Jamnas Diminta Bawa Pulang Nilai Positif

Setelah kembali dari Cibubur, Rahmat ingin para peserta menerapkan pengalaman yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedisiplinan dapat mereka terapkan di sekolah. Semangat kebersamaan dapat mereka bawa ke keluarga dan lingkungan masyarakat. Sementara pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Jamnas XII pun tidak berhenti sebagai kegiatan perkemahan. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka Lampung untuk belajar kepemimpinan, membangun persahabatan, mengenal keberagaman, dan memperkuat karakter.

Rahmat berharap 598 peserta mampu membawa nama baik Lampung sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.

Sebab, Lampung membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, karakter kuat, serta semangat untuk membangun daerah.***