3 Siswa SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung Jadi Juara Nasional DANCOW

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Tiga siswa SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung membawa pulang prestasi nasional setelah memenangkan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2.

Mereka adalah Nicholas Onggarahardja, Jeselyn Charissa Abuyanin, dan Bagas Arka Saksono.

Kemenangan tersebut bukan sekadar soal gelar juara. Di baliknya, terdapat proses belajar, latihan, kerja sama, serta dukungan guru dan orang tua.

Prestasi itu pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Kamis (24/9/2026).

Dari Bandar Lampung Menuju Panggung Nasional

Perjalanan tim SD Fransiskus 2 Pahoman tidak berlangsung singkat. Mereka harus melewati persaingan yang melibatkan ribuan siswa dari berbagai daerah.

DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 menjaring 192.000 siswa dari 2.168 sekolah.

Peserta tersebut berasal dari 40 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

Setelah melewati rangkaian kompetisi, babak final berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Tim asal Bandar Lampung itu akhirnya keluar sebagai juara nasional.

Capaian tersebut sekaligus membawa nama sekolah dan Kota Bandar Lampung ke panggung pendidikan nasional.

Bukan Hanya Soal Nilai Akademik

Bagi Kepala SD Fransiskus 2 Pahoman Sr. M. Paulis FSGM, M.Pd., kemenangan anak didiknya bukan hanya tentang kemampuan akademik.

Ia justru melihat proses yang dijalani ketiga siswa sebagai bagian paling berharga.

“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak. Namun, yang paling membahagiakan adalah menyaksikan proses mereka untuk menjadi juara,” ujarnya.

Selama kompetisi, ketiganya belajar mengatur waktu dan mempersiapkan diri.

Mereka juga belajar bekerja sama. Selain itu, mereka harus berani menghadapi tantangan pada setiap tahapan.

Karena itu, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Sr. M. Paulis berharap kemenangan tersebut tidak membuat siswa berhenti belajar.

Sebaliknya, ia ingin prestasi tersebut menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

Bagas: Kami Awalnya Tidak Menyangka Jadi Juara

Bagas menjadi salah satu siswa yang merasakan langsung ketatnya persaingan dalam kompetisi tersebut.

Ia mengaku senang sekaligus bangga ketika mengetahui timnya berhasil menjadi juara.

Namun, Bagas mengatakan pengalaman selama kompetisi jauh lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan.

“Selama mengikuti kompetisi ini, kami bukan hanya belajar banyak hal baru, tapi juga belajar untuk bekerja sama dan berani menghadapi tantangan,” kata Bagas.

Menariknya, Bagas mengaku sempat tidak menyangka timnya bisa menjadi juara.

Dukungan dari sekolah, guru, orang tua, dan teman-teman kemudian membuat mereka semakin percaya diri.

“Dukungan dari Ibu Kepala Sekolah, guru, orang tua, dan teman-teman membuat kami terus semangat dan percaya diri untuk mengejar cita-cita,” ujarnya.

Orang Tua Ikut Menjadi Bagian dari Perjalanan

Prestasi tersebut juga tidak lepas dari dukungan keluarga.

Helnita, orang tua Jeselyn, mengatakan dirinya ikut merasakan perjalanan anak-anak sejak awal kompetisi.

Ia menyaksikan antusiasme Jeselyn ketika mengikuti setiap tahapan lomba.

Karena itu, kemenangan tersebut terasa istimewa bagi keluarga.

“Sebagai orang tua, rasanya campur aduk antara terharu, senang, dan tentunya bangga melihat anak kami bisa sampai di titik ini,” kata Helnita.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi kenangan berharga bagi anak-anak.

Ia berharap pengalaman itu dapat membuat mereka lebih siap menghadapi berbagai kesempatan pada masa depan.

Pemkot Bandar Lampung Beri Apresiasi

Prestasi nasional tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan apresiasi melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung Eka Afriana.

Pemkot memberikan penghargaan kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian para siswa.

Eka menyampaikan ucapan selamat kepada Nicholas, Jeselyn, dan Bagas.

“Selamat kepada ananda Nicholas, Jeselyn, dan Bagas dari tim SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung yang sudah mampu menjadi yang terbaik atas keberhasilannya meraih gelar juara nasional DANCOW Indonesia Cerdas Season 2,” katanya.

Selain itu, Eka mengapresiasi kepala sekolah, guru, dan orang tua.

Menurutnya, keberhasilan siswa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menginspirasi siswa lain di Bandar Lampung.

DANCOW Dorong Pembelajaran yang Menyenangkan

Category Marketing Manager DANCOW Yohana Yose Gunawan mengatakan DANCOW Indonesia Cerdas hadir sejak 2025.

Kompetisi tersebut menggabungkan proses belajar dengan aktivitas yang menyenangkan.

Menurut Yohana, pendekatan tersebut membantu anak mengembangkan kemampuan secara lebih menyeluruh.

Kemampuan akademik menjadi salah satu aspek yang dikembangkan.

Selain itu, kompetisi juga mendorong kemampuan sosial dan emosional siswa.

“Kami bangga bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia turut mendukung kompetisi yang kami rancang selaras dengan kurikulum nasional,” kata Yohana.

Dengan pendekatan tersebut, kompetisi tidak hanya menjadi arena perlombaan.

Anak-anak juga mendapatkan pengalaman belajar di luar kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kolaborasi Jadi Kunci Prestasi

Prestasi SD Fransiskus 2 Pahoman memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam pendidikan.

Siswa membutuhkan ruang untuk berkembang.

Guru memberikan pendampingan selama proses belajar.

Di sisi lain, orang tua memberikan dukungan dari lingkungan keluarga.

Pemerintah juga dapat membuka ruang apresiasi bagi siswa berprestasi.

Sementara itu, sektor swasta dapat menghadirkan program pendidikan yang memberi pengalaman baru kepada anak.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting ketika siswa menghadapi kompetisi dengan peserta dari berbagai daerah.

Jangkau 392 Ribu Anak

Nestlé DANCOW telah menjalankan berbagai program pendidikan sejak 2008 melalui kemitraan dengan Kemendikdasmen RI.

Program tersebut antara lain Dokter Kecil Mahir Gizi, DANCOW Kreasi Anak Indonesia, DANCOW FortiGro Festival Menggambar Nasional, Gerakan Kemitraan Sekolah Sehat, dan DANCOW Indonesia Cerdas.

Hingga saat ini, keseluruhan program tersebut telah menjangkau lebih dari 392 ribu anak di 40 kota dan kabupaten.

Bagi SD Fransiskus 2 Pahoman, kemenangan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 menjadi catatan penting dalam perjalanan sekolah.

Namun, bagi Nicholas, Jeselyn, dan Bagas, kemenangan itu juga membawa pesan sederhana: proses belajar, keberanian mencoba, dan dukungan dari orang-orang di sekitar dapat membuka jalan menuju prestasi.***