Unila Gelar Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan PDLN

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan Izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) secara hybrid, yakni luring di ruang sidang utama lantai dua dan daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., beserta jajaran pimpinan universitas, antara lain Ketua Senat, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, serta para Ketua Lembaga di lingkungan Unila.

Dalam sambutannya, Prof. Ayi Ahadiat menyampaikan bahwa workshop ini penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman teknis terkait tata kelola kerja sama internasional serta pengurusan izin perjalanan dinas luar negeri.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat tata kelola pengurusan PDLN agar lebih tertib, efektif, dan sesuai regulasi. Tata kelola yang baik akan mendukung terciptanya kerja sama yang berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop menghadirkan empat narasumber dari kementerian terkait, yakni Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara RI, Novianti; perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Suryo Boediono, S.T., M.B.A.; Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Firman Hidayat, S.S., M.Si.; serta Kepala Subbidang Paspor Diplomatik dan Dinas Direktorat Konsuler, Oky Yanuar.

Materi yang disampaikan meliputi konsep kerja sama berdampak yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 dan IKU 8, mekanisme pengurusan izin perjalanan dinas luar negeri bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, hingga prosedur pengurusan paspor dinas serta exit permit.

Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai prosedur administratif dan regulasi yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan kerja sama internasional dan perjalanan dinas luar negeri. Pemahaman tersebut diharapkan dapat meminimalkan kendala administratif serta mempercepat proses perizinan di masa mendatang.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Unila dalam mendorong pengelolaan kerja sama yang selaras dengan kebijakan kampus berdampak, sekaligus mendukung agenda internasionalisasi universitas secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan.***