ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Delapan belas tahun lalu, Kongres Advokat Indonesia (KAI) lahir dari keprihatinan atas monopoli organisasi profesi hukum. Oleh karena itu, KAI tumbuh menjadi organisasi “Advokat Pejuang”. Kini, mereka memilih cara humanis untuk merayakan kedewasaannya dengan merangkul masyarakat kecil.
Sementara itu, aksi nyata tersebut berlangsung di Kantor DPC KAI Kota Bandar Lampung, Pahoman, Sabtu (30/5/2026). Untuk memperingati HUT ke-18, KAI Lampung menggelar dua agenda sekaligus. Pertama, mereka mengadakan donor darah kemanusiaan. Kedua, mereka membuka posko konsultasi hukum gratis bagi warga.
Romantisme Perjuangan 2008 dan Titik Balik 2015
Ketua DPC KAI Kota Bandar Lampung, Goenawan Prihartono, S.H. (Mas Goen), mengajak kita mengenang sejarah. Pada awalnya, para pendiri mendeklarasikan organisasi ini di Palembang pada tahun 2008. Sebab, mereka membentuk KAI sebagai wadah perlawanan terhadap dominasi segelintir kelompok.
Selanjutnya, perjuangan panjang itu membuahkan hasil manis pada tahun 2015. Saat itu, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali memberikan hak konstitusional kepada KAI. Sejak momen tersebut, KAI akhirnya bisa mengambil sumpah anggotanya secara mandiri.
“Hari ini bertepatan dengan momen 18 tahun lalu saat KAI berdiri di Palembang. Kemudian sejak 2015, kami bisa mengambil sumpah anggota sendiri. Dengan demikian, momentum ini membuka ruang bagi advokat lain untuk mengabdi tanpa sekat monopoli,” ujar Mas Goen.
Namun, bagi KAI, status mandiri tidak ada artinya jika menjauh dari rakyat. Oleh karena itu, KAI mengusung tema besar ‘Advokat Peduli’ pada usia ke-18 ini.
Menjadi ‘Perisai’ Hukum Warga dan Pengawal UMKM
Sebagai bukti, DPC KAI langsung mewujudkan kepedulian itu di lokasi acara. Posko hukum gratis dibuka sejak pukul 08.00 WIB. Tak berselang lama, lima orang warga datang membawa keluh kesah beserta berkas perkara mereka.
Menanggapi hal itu, para advokat DPC KAI langsung memberikan bantuan tanpa memungut biaya sepeser pun. Bahkan, mereka juga siap mendampingi penanganan hukum warga tersebut hingga tuntas di pengadilan.
Selain itu, KAI juga melebarkan sayap ke sektor ekonomi nasional. Berdasarkan hasil Munas 2024 di Bandung, KAI telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Akibatnya, jajaran advokat KAI kini siap mendampingi pelaku UMKM dan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
“KAI bukan hanya pilar penegak hukum di ruang sidang. Sebaliknya, kami adalah mitra strategis yang humanis bagi pelaku usaha kecil,” tegas Mas Goen.
Setetes Darah untuk Lampung
Tidak hanya urusan hukum, KAI juga menggelorakan aspek kemanusiaan melalui aksi donor darah. Pengurus KAI dari berbagai kabupaten/kota di Lampung tampak hadir. Begitu pula dengan jajaran Laskar Merah Putih (LMP) dan warga sekitar yang antusias mengantre di meja medis.
Hasilnya, dari 48 pendaftar, tim medis berhasil mengumpulkan 37 kantong darah yang memenuhi syarat. Tentu saja, aksi ini sangat membantu Palang Merah dalam menjaga ketersediaan stok darah di Lampung.
Kesimpulannya, lewat aksi nyata ini, DPC KAI Bandar Lampung menegaskan satu pesan kuat. Meskipun sudah berusia 18 tahun, para advokat pejuang ini tetap membumi untuk mendengar jeritan masyarakat kecil.***





