Han Yuan Chinese Learning Center Dipuji Pangdam XXI/Radin Inten, Miliki Native Speaker dan Latih 40 Prajurit Belajar Bahasa Mandarin

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Han Yuan Chinese Learning Center semakin mempertegas reputasinya sebagai salah satu tempat kursus bahasa Mandarin terbaik di Bandar Lampung. Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memberikan apresiasi langsung kepada lembaga tersebut saat meninjau pelatihan bahasa Mandarin untuk 40 prajurit Kodam XXI/Radin Inten.

Dalam kunjungannya ke Han Yuan Chinese Learning Center di Jalan S. Parman Nomor 49, Enggal, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026), Kristomei memuji kualitas tenaga pengajar yang mengajar di lembaga tersebut.

“Tempat kursus ini tentunya memiliki tenaga-tenaga pengajar yang sangat top, bahkan ada native speaker (penutur asli). Kalau suatu tempat kursus bahasa Mandarin memiliki native speaker, itu berarti sudah top. Karena bagaimana pelafalan dan kosakatanya sudah langsung dari negerinya sana, jadi sudah top untuk Han Yuan Chinese Learning Center,” ujar Kristomei.

Menurut Kristomei, Han Yuan Chinese Learning Center menghadirkan proses belajar berkualitas. Kehadiran pengajar penutur asli Mandarin juga membantu peserta menguasai pelafalan dan kosakata secara lebih akurat.

Han Yuan Chinese Learning Center Latih Prajurit Kodam XXI/Radin Inten

Sebanyak 40 prajurit Kodam XXI/Radin Inten mulai mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Han Yuan Chinese Learning Center sejak 29 Juni 2026. Pangdam XXI/Radin Inten menggagas program tersebut untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi kerja sama internasional.

Kristomei mengatakan prajurit TNI perlu menguasai bahasa asing, terutama bahasa Mandarin. Menurutnya, bahasa tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kerja sama internasional.

“Hari ini saya datang untuk melihat langsung prajurit-prajurit yang sedang belajar bahasa Mandarin. Ini merupakan inisiatif kami memberikan kesempatan kepada prajurit, khususnya di Batalyon Teritorial Pembangunan, agar menguasai bahasa asing. Salah satunya bahasa Mandarin,” katanya.

Menurut Kristomei, kemampuan berbahasa Mandarin memudahkan prajurit memahami ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara mitra. Kemampuan itu juga memperkuat komunikasi dalam berbagai bentuk kerja sama.

“Ke depan bahasa Mandarin sangat baik untuk mendukung kerja sama di bidang militer maupun pertanian. Dengan kemampuan bahasa, mereka akan lebih mudah menyerap teknologi yang nantinya negara mitra bagikan kepada prajurit kita,” ujarnya.

Kodam XXI/Radin Inten menanggung seluruh biaya pelatihan bagi 40 prajurit tersebut. Kristomei juga memastikan program itu terus berlanjut. Setelah peserta angkatan pertama menguasai materi, Kodam akan mengirim angkatan berikutnya.

“Kalau belum cukup tiga minggu atau satu bulan, saya minta mereka terus belajar sampai benar-benar mahir. Setelah itu kita kirim gelombang berikutnya. Targetnya semakin banyak prajurit yang memiliki kemampuan bahasa asing,” tegasnya.

Selain bahasa Mandarin, Kodam XXI/Radin Inten juga berencana membuka pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol untuk meningkatkan kompetensi prajurit.

Native Speaker Jadi Keunggulan Han Yuan Chinese Learning Center

Owner Han Yuan Chinese Learning Center sekaligus Sekretaris PSMTI Lampung, Steven Cheng, mengatakan pelatihan bagi 40 prajurit kini memasuki pekan ketiga.

Steven menjelaskan dua tenaga pengajar Han Yuan Chinese Learning Center berasal langsung dari Tiongkok sebagai penutur asli (native speaker). Mereka membimbing peserta sejak awal agar mampu menguasai pelafalan Mandarin dengan benar.

“Dua guru kami merupakan penutur asli dari Tiongkok. Fokus awal pembelajaran adalah pelafalan yang benar, kemudian dilanjutkan dengan latihan 100 kalimat bertanya dan 100 kalimat menjawab agar mereka mampu melakukan percakapan dasar dalam bahasa Mandarin,” jelas Steven.

Para peserta mengikuti pembelajaran selama 20 jam pada tahap pertama. Setelah itu, mereka langsung melanjutkan tahap kedua selama 20 jam. Dengan demikian, setiap peserta memperoleh sedikitnya 40 jam pelatihan intensif.

Steven berharap kerja sama dengan Kodam XXI/Radin Inten terus berlanjut. Ia juga ingin program tersebut mendorong lebih banyak masyarakat Lampung mempelajari bahasa Mandarin.

“Bahasa Mandarin kini menjadi nilai tambah. Kami berharap semakin banyak masyarakat, termasuk aparat negara, yang memiliki kemampuan bahasa ini untuk mendukung berbagai kerja sama internasional,” pungkasnya.***