Investor Muda Dominasi Pasar Modal Lampung, Usia 18–30 Tahun Capai 64,7 Persen

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Generasi muda semakin ramai masuk ke pasar modal Lampung. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor berusia 18 hingga 30 tahun mencapai 64,7 persen dari total investor pasar modal di provinsi tersebut.

Kelompok usia 18–25 tahun memiliki porsi terbesar dengan 38,4 persen. Sementara itu, investor berusia 26–30 tahun mencapai 26,3 persen.

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, porsinya mencapai hampir dua pertiga dari seluruh investor pasar modal di Lampung.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Lampung, Hendi Prayogi, mengatakan kelompok usia muda kini memiliki porsi besar dalam profil investor Lampung.

“Kalau lihat usia-usia Gen Z itu mulai usia 18, 19 sampai di usia 30 tahun itu kurang lebih sekitar 64 persen,” kata Hendi di Eclatte Gourmand Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026).

Kelompok Usia Muda Jadi Kekuatan Utama

Pada kelompok usia berikutnya, investor berusia 31–40 tahun mencapai 22,2 persen. Adapun kelompok usia 41–100 tahun memiliki porsi 13,1 persen.

Dengan komposisi tersebut, kelompok usia 18–30 tahun memiliki porsi lebih besar dibandingkan seluruh investor berusia 31 tahun ke atas.

Profil pekerjaan juga memperlihatkan bahwa minat terhadap pasar modal datang dari berbagai kalangan.

Karyawan Swasta Paling Banyak

Karyawan swasta menempati posisi teratas dalam profil pekerjaan investor dengan porsi 35 persen.

Di posisi berikutnya terdapat pengusaha dengan 18 persen. Pelajar juga memiliki porsi cukup besar, yakni 17 persen, sama dengan kelompok pekerjaan lainnya.

Sementara itu, ibu rumah tangga mencapai 5 persen. PNS menyumbang 4 persen, guru 2 persen, serta TNI/Polri 1 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan pasar modal Lampung menarik minat masyarakat dari beragam latar belakang pekerjaan, termasuk kalangan pelajar.

Bandar Lampung Jadi Pusat Investor

Dari sisi wilayah, Bandar Lampung mencatat porsi investor terbesar, yakni 28 persen.

Lampung Tengah berada di posisi berikutnya dengan 13 persen. Setelah itu, Lampung Selatan mencapai 11 persen dan Lampung Timur 9 persen.

Porsi Lampung Utara mencapai 7 persen, sedangkan Tanggamus berada di angka 6 persen. Way Kanan dan Tulangbawang masing-masing mencapai 4 persen.

Pesawaran serta Pringsewu juga mencatat 4 persen. Sementara Lampung Barat dan Metro masing-masing berada di angka 3 persen.

Untuk wilayah lainnya, Mesuji dan Tulang Bawang Barat masing-masing mencapai 2 persen. Pesisir Barat menyumbang 1 persen.

BEI Perluas Edukasi Pasar Modal

BEI Lampung terus memperluas edukasi pasar modal ke berbagai wilayah.

Saat ini tersedia 15 Galeri Investasi BEI di perguruan tinggi. Selain itu, terdapat tiga galeri di pemerintah kabupaten/kota, delapan Galeri Investasi BEI Desa, serta lima Galeri Investasi Edukasi di sekolah.

Hendi mengatakan kegiatan edukasi perlu menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Lampung.

“Wilayah kerja kami tidak hanya Bandar Lampung, tapi 15 kabupaten-kota di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Melalui berbagai kegiatan edukasi dan Galeri Investasi, BEI terus memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat di daerah.

Besarnya porsi investor berusia 18–30 tahun menunjukkan bahwa generasi muda kini memiliki peran penting dalam perkembangan pasar modal Lampung.***