Pulau Sebesi Lampung: Fenomena Puluhan Penyu Muncul Sebelum Tsunami Anak Krakatau

ALTUMNEWS.com, LAMPUNG SELATAN – Beberapa hari sebelum tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau menerjang Pulau Sebesi, warga menyaksikan fenomena yang tidak biasa. Puluhan penyu muncul di perairan sekitar pulau. Kehadiran kura-kura laut itu kemudian menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Puluhan Penyu Muncul di Dermaga Pulau Sebesi

Puluhan penyu terlihat di Dermaga Utama Pulau Sebesi. Masyarakat dan wisatawan menikmati pemandangan tersebut. Pulau Sebesi berada di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Solikin (49), warga Pulau Sebesi, mengatakan penyu dengan berbagai ukuran mulai muncul beberapa hari sebelum tsunami melanda kawasan tersebut.

“Entah dari mana asalnya penyu-penyu ini. Menurut kami warga Sebesi, kemunculan mereka sangat aneh. Seumur-umur saya tinggal di Pulau Sebesi, baru kali ini menjumpai penampakan penyu-penyu ini,” kata pria yang akrab disapa Likin saat ditemui Altumnews.com, Minggu, 31 Maret 2019.

Penyu Berebut Pisang di Dermaga Sebesi

Penyu-penyu itu sering muncul ketika petani memindahkan hasil bumi ke kapal. Aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari di Dermaga Sebesi.

Pisang menjadi komoditas utama Desa Tejang Pulau Sebesi. Ribuan tandan pisang dikirim setiap hari menuju Dermaga Canti, Kalianda, dan Banten.

Penyu bernama latin Eretmochelys imbricata itu berebut buah pisang yang mengapung di sekitar dermaga. Bahkan, sebagian warga sengaja membawa pisang dari rumah untuk memberi makan penyu tersebut.

“Warga kadang khusus datang ke Dermaga Sebesi untuk melihat penyu berenang. Penyu-penyu itu berebut buah pisang yang mengapung di sekitar perahu pengangkut hasil bumi,” kata Likin.

Warga Berharap Wisata Pulau Sebesi Kembali Ramai

Secara terpisah, Kasi Pemerintahan Desa Tejang Pulau Sebesi, Junaidi, berharap kemunculan penyu dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata. Menurutnya, jumlah wisatawan turun drastis sejak tsunami menerjang Pulau Sebesi.

“Dengan fenomena munculnya penyu-penyu di pulau kami, kami berharap kunjungan wisatawan kembali normal,” ujar Junaidi.

Menurut Junaidi, sebelum tsunami, Pulau Sebesi menerima sekitar 200 hingga 300 wisatawan setiap pekan. Pengunjung datang dari Lampung maupun luar daerah.

“Sampai sekarang masih sepi. Belum banyak wisatawan yang berkunjung. Mungkin mereka masih khawatir dengan aktivitas Gunung Krakatau yang sesekali masih erupsi,” tandasnya.

Pulau Sebesi Miliki Potensi Wisata Alam

Pulau Sebesi memiliki luas sekitar 2.620 hektare. Desa ini dihuni sekitar 2.000 jiwa. Wilayahnya terbagi menjadi empat dusun, yaitu Banungan, Inpres, Regahanlada, dan Segenom.***