RSUDAM Jadi Titik Awal Reformasi Pendidikan Klinik: Lampung Inisiasi Budaya Baru dalam Dunia Medis

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) menjadi pusat perhatian setelah menjadi lokasi pengarahan penting bagi ratusan peserta didik kedokteran—baik Co-Assistant (Koas) maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dalam momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyuarakan reformasi sistem pendidikan kedokteran berbasis klinik yang lebih manusiawi dan profesional.

Pengarahan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, ini bukan sekadar tanggapan atas insiden nasional, tetapi juga bagian dari langkah strategis membangun RSUDAM sebagai rumah sakit pendidikan yang berorientasi pada keselamatan, empati, dan etika profesional.

“Transformasi pendidikan klinik bukan hanya soal dokter muda, tapi menyangkut keseluruhan ekosistem: dari pendidik, manajemen rumah sakit, hingga sistem pengaduan dan supervisi. RSUDAM harus jadi contoh perubahan itu,” kata Jihan dalam sambutannya, Senin (21/4/2025).

RSUDAM saat ini menjadi tulang punggung pendidikan klinis di Lampung dengan mendidik 390 peserta aktif dari berbagai bidang kedokteran dan kesehatan. Dalam jumlah yang besar itu, tantangan menjaga mutu, keamanan, dan etika klinik menjadi perhatian serius.

Wagub Jihan menyoroti pentingnya membangun “lingkungan belajar yang membesarkan, bukan menekan.” Ia menyampaikan bahwa rumah sakit pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek psikologis peserta didik, apalagi di tengah sistem pendidikan kedokteran yang sangat menuntut.

Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, merespons ajakan perubahan itu dengan menyatakan kesiapan rumah sakit dalam menyesuaikan sistem pembelajaran klinik. Ia menyebut RSUDAM berkomitmen memperkuat unit pendidikan internal, membangun komunikasi lintas profesi, serta menjamin kenyamanan dan keamanan semua peserta didik.

“Kami ingin menjadi rumah sakit pendidikan yang tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjadi rumah kedua yang mendidik tenaga kesehatan dengan hati,” ujar Lukman.

Transformasi ini turut didukung Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila). Dekan FK Unila, Dr. Evi Kurniawaty, menyatakan siap menyusun ulang mekanisme pembelajaran bersama rumah sakit mitra demi memastikan hak-hak peserta didik tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas layanan klinik.

Langkah konkret pun dilakukan melalui penandatanganan pakta integritas antara RSUDAM, Dinas Kesehatan Lampung, dan FK Unila. Dokumen ini memuat komitmen terhadap etika profesi, disiplin klinik yang berkeadaban, serta mutu pelayanan yang menjunjung tinggi martabat manusia.

Selain itu, RSUDAM juga akan memperkuat mekanisme pelaporan internal yang aman, memberikan pelatihan komunikasi efektif bagi pendidik klinik, serta menjalin kolaborasi lebih erat dengan lembaga profesi seperti IDI dan Kolegium.

Reformasi ini menandai bahwa Lampung tengah bergerak menuju standar baru rumah sakit pendidikan di Indonesia, menjadikan RSUDAM sebagai pionir perubahan, bukan hanya dari sisi pelayanan, tapi juga sistem pendidikan tenaga medis yang lebih adaptif dan empatik.

Dengan inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengirim sinyal kuat: bahwa dunia medis masa depan harus dibangun di atas pondasi yang bukan hanya cerdas dan tangguh, tetapi juga beretika dan berperikemanusiaan.***