ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Komitmen pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari praktik perjudian daring mendapat dukungan inovatif dari kalangan akademisi. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), Zaka Kurnia Rahman, berhasil mengimplementasikan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama GATE System di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).
Inovasi tersebut hadir di tengah masifnya serangan konten judi online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. GATE System dirancang menggunakan teknologi mutakhir untuk melakukan deteksi dini secara otomatis terhadap ribuan domain dan konten mencurigakan. Sistem ini mampu mempercepat proses verifikasi sebelum dilakukan pemutusan akses (take down).
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, memberikan apresiasi atas terobosan yang dibawa talenta muda asal Lampung tersebut. Ia menegaskan kolaborasi pemerintah dan akademisi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika kejahatan siber yang semakin kompleks.
“GATE System adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masalah bangsa. Inovasi ini sejalan dengan misi kami memberantas judi online. Sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, lebih dari 2,17 juta konten judi berhasil kami tangani, mayoritas berasal dari situs dan IP,” ujarnya.
Zaka menjelaskan, GATE System mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) dan visi komputer (computer vision) untuk mengenali pola-pola spesifik yang kerap digunakan situs judi online guna mengelabui sistem sensor konvensional.
“Tujuan utama pengembangan sistem ini adalah efisiensi. Dengan volume konten negatif yang mencapai jutaan, kita membutuhkan ‘gerbang’ otomatis yang mampu menyaring konten secara presisi sebelum masuk ke tahap eksekusi oleh tim teknis Komdigi,” ungkapnya.
Keberhasilan implementasi GATE System diharapkan dapat menjadi standar baru kontribusi perguruan tinggi dalam proyek strategis nasional, khususnya di bidang keamanan siber dan tata kelola ruang digital.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Unila sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu mencetak inovator teknologi berdaya saing nasional. Pemerintah melalui Komdigi pun berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pengawasan ruang digital, dengan inovasi seperti GATE System diproyeksikan menjadi komponen vital dalam menjaga ekosistem digital Indonesia tetap sehat, aman, dan produktif.**





