ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menggelar sosialisasi mitigasi bencana yang strategis. Mereka melaksanakan kegiatan simulasi kesiapsiagaan tersebut di SMA Qur’an Darul Fattah, Rajabasa pada Juli 2026. Langkah nyata ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Tentu saja, seluruh siswa, guru, dan staf sekolah mendapatkan edukasi praktis mengenai penanggulangan bencana sejak dini.
Mengenai hal itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan perhatian penuh pada program keselamatan warga ini. Melalui Kepala Pelaksana BPBD Idham Basyar, Eva menekankan pentingnya membangun budaya tanggap bencana sejak usia sekolah. Sebab, pemahaman mitigasi yang baik akan membantu masyarakat mengambil keputusan secara tepat saat krisis terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan BPBD Pimpin Langsung Simulasi Evakuasi
Lalu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandar Lampung Sarkoni memimpin langsung jalannya acara. Ia membawa serta Kepala Bidang Kedaruratan Gustriyansah bersama jajaran staf dan Satgas BPBD di lapangan. Sementara itu, para peserta mempelajari materi potensi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Maka dari itu, seluruh warga sekolah mengikuti simulasi penyelamatan diri ini dengan penuh konsentrasi.
“Kegiatan hari ini kami melaksanakan sosialisasi mitigasi dan simulasi di Darul Fattah untuk memberikan edukasi. Tujuannya agar mereka memiliki wawasan dan kapasitas sehingga saat terjadi bencana tidak hanya panik,” ujar Sarkoni.
Petugas Berikan Panduan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Aman
Selanjutnya, tim penyelemat memberikan arahan mengenai prosedur evakuasi yang benar dan aman bagi para siswa. Petugas meminta siswa agar tetap tenang dan selalu mengikuti instruksi guru kelas ketika bencana melanda. Di samping itu, warga sekolah wajib mengenali jalur evakuasi menuju lokasi titik kumpul utama secara cepat. Mereka juga harus menjauhi area berbahaya seperti tiang listrik, pohon tinggi, maupun bangunan berkaca komersial.
Kemudian, Sarkoni mengungkapkan bahwa BPBD telah mengedukasi sekitar tujuh lembaga pendidikan di wilayah Bandar Lampung. Alasannya, pihak sekolah aktif mengajukan permintaan resmi kepada BPBD karena membutuhkan pembekalan materi kebencanaan ini. Oleh karena itu, BPBD berkomitmen penuh untuk terus memperluas jangkauan program edukasi keselamatan massal ini.
BPBD Ajak Generasi Muda Peduli pada Kelestarian Lingkungan Sekitar
Berikutnya, personil BPBD juga mengajak seluruh siswa untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Sebab, kondisi lingkungan yang terawat dengan baik akan memperkecil risiko terjadinya bencana banjir musiman. Kesimpulannya, investasi edukasi mitigasi ini mampu menciptakan ekosistem sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi tantangan.***





