PUKAT Tanjungkarang Diminta Perkuat Peran Kaum Awam, Ini Harapan Romo Roy

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Ketua Rumpun Kemasyarakatan Keuskupan Tanjungkarang, Romo Roy, menilai kaum awam punya peran penting dalam kehidupan Gereja Katolik.

Ia berharap Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Tanjungkarang dapat memberi kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat.

Romo Roy menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Altumnews.com di Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026). Ia berbicara setelah PUKAT Tanjungkarang menggelar rekoleksi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Pembinaan Carolus Borromeus, Jalan Ratu Dibalau 76, Tanjung Senang, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (8/8/2026).

Romo Roy Soroti Peran Kaum Awam

Menurut Romo Roy, kaum awam memberi warna penting bagi Gereja Katolik Keuskupan Tanjungkarang.

Mereka menjalankan peran di tengah masyarakat. Kaum awam juga menghadirkan nilai-nilai Gereja dalam kehidupan sehari-hari.

“Dinamika maju mundurnya dan potret wajah Gereja Katolik Keuskupan Tanjungkarang sangat diwarnai oleh partisipasi dan keterlibatan rasul awam atau kaum awam dalam tata dunia. Kaum awam, fokus medannya adalah tata dunia. Mereka berjuang untuk menguduskan, menyucikan dunia dan sekaligus menggapai kesucian dalam tata dunia,” kata Romo Roy.

Ia menilai profesional dan usahawan Katolik memiliki ruang besar untuk mengambil peran tersebut.

Mereka dapat menggunakan profesi dan keahlian untuk melayani sesama.

Gereja Butuh Kehadiran Rasul Awam

Romo Roy menggambarkan kaum awam sebagai bagian penting dalam kehidupan Gereja.

Menurut dia, kaum awam dapat membuat Gereja semakin dekat dengan masyarakat.

“Wajah Gereja begitu berdaya pikat, solider, ramah, inklusif dan sekaligus Gereja sebagai rumah sakit. Gereja yang berdaya pikat, Gereja yang berempati dan menciptakan pelangi dalam kehidupan, itu sangat diwarnai oleh peran dan kehadiran kaum awam, rasul-rasul awam,” ujarnya.

Ia bahkan menggambarkan Gereja tanpa rasul awam seperti “mata ompong”.

Karena itu, Romo Roy menaruh harapan besar kepada PUKAT Tanjungkarang.

“Gereja tanpa rasul awam itu seperti mata ompong. Maka dari itu, dengan kiprah dan kehadiran profesional dan usahawan Katolik Keuskupan Tanjungkarang, saya selaku moderator memiliki ekspektasi, memiliki harapan besar agar kehadirannya mampu menjawab, mampu menjadi sakramen keselamatan bagi banyak orang,” katanya.

PUKAT Didorong Hadirkan Kebaikan

Romo Roy ingin PUKAT Tanjungkarang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mendorong PUKAT memperjuangkan kebaikan dan kesejahteraan umum.

Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan visi PUKAT Nasional dan Keuskupan Tanjungkarang.

“Kehadirannya sungguh-sungguh merealisasikan demi terciptanya kebaikan dan kesejahteraan umum. Sebagaimana visi dasar yang terus dikemuli, PUKAT berjuang untuk bagaimana menghadirkan Kerajaan Allah dengan menjadi garam, terang, dan ragi dalam adonan kehidupan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Romo Roy, para anggota PUKAT dapat membawa nilai tersebut melalui profesi masing-masing.

Dengan cara itu, PUKAT dapat menjadi penghubung antara Gereja dan masyarakat.

PUKAT Harus Beri Kontribusi Nyata

Romo Roy juga berharap para pengurus PUKAT menunjukkan keteladanan dalam kehidupan.

Ia ingin para rasul awam memberikan kesaksian melalui tindakan nyata.

“Saya juga menaruh harapan besar agar rasul-rasul awam yang terlibat dan masuk dalam kepengurusan PUKAT Tanjungkarang, lewat kehadiran, lewat kesaksian, lewat keteladanan dalam hidup dan lewat karya yang nyata, itu memberikan secercah harapan,” kata Romo Roy.

Menurut dia, kontribusi tersebut dapat membawa perubahan bagi masyarakat.

Ia berharap PUKAT menjadi mitra strategis Keuskupan Tanjungkarang.

“Secara pendek mau saya katakan bahwa lewat kehadiran, kesaksian, dan keteladanan karya yang nyata, rasul-rasul awam yang terlibat dalam PUKAT mampu mengubah derai air mata keputusasaan, penderitaan, dan kepiluan menjadi sumber mata air berkat yang memberikan harapan, damai, dan juga sukacita bagi banyak orang,” ujarnya.

Nilai Hidup Bukan Soal Jabatan

Romo Roy juga mengingatkan anggota PUKAT agar tidak mengukur nilai hidup dari jabatan.

Ia juga menyinggung soal harta dan kedudukan.

Menurutnya, seseorang tetap dapat memberi arti meski memiliki keterbatasan.

“Hidup kita ini bermakna dan bernilai tinggi bukan tergantung dari jabatan, dari harta, dari kedudukan, pangkat yang kita punya, tetapi sejauh mana hidup kita, walaupun kadang-kadang yang kita punya adalah sedikit, tetap punya nilai, punya arti bagi yang lain,” kata Romo Roy.

Ia mengajak masyarakat untuk terus bertumbuh.

Selain itu, ia mendorong setiap orang untuk menghasilkan buah dan berbagi.

PUKAT Jadi Wadah Kembangkan Talenta

Romo Roy berharap PUKAT menjadi wadah pengembangan talenta para profesional dan usahawan Katolik.

Setiap anggota dapat mengembangkan kemampuan sesuai bidang dan profesinya.

“Saya juga menaruh harapan besar bahwa PUKAT itu menjadi wadah strategis untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan talenta masing-masing sesuai dengan bidang dan profesi,” ujarnya.

Menurut Romo Roy, langkah tersebut dapat memperkuat karya PUKAT.

Kehadiran para profesional juga dapat membantu Gereja menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong PUKAT membangun kolaborasi dengan Keuskupan Tanjungkarang.

PUKAT juga perlu bersinergi dengan berbagai komisi yang ada di keuskupan.

“Juga termasuk bersinergi dan berkolaborasi dengan keuskupan dan komisi-komisi yang ada di keuskupan. Selamat berproses, selamat berkarya, dan semoga berkat dedikasi karya pelayanan hati sungguh menjadi sarana untuk memuji, memuliakan, dan menjadi kidung masmur yang berkenan di hadapan Tuhan,” pungkasnya.

Rekoleksi PUKAT Tanjungkarang menjadi momentum memperkuat arah pelayanan komunitas tersebut.

Romo Roy berharap PUKAT terus menghadirkan karya nyata.

Ia juga ingin PUKAT membawa kepedulian sosial dan harapan bagi masyarakat.

Dengan begitu, PUKAT dapat mengambil bagian dalam perjalanan pastoral Keuskupan Tanjungkarang.***