HMI Kotabumi Didorong Jadi Mitra Pemerintah dan Pengawal Pembangunan Lampung Utara

ALTUMNEWS.Com, KOTABUMI — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong HMI Cabang Kotabumi memperkuat peran sebagai wadah perkaderan, mitra strategis pemerintah, sekaligus kontrol sosial dalam pembangunan Kabupaten Lampung Utara.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pesan tersebut melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung Ganjar Jationo saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI Cabang Kotabumi periode 2026–2027, Selasa (11/8/2026).

Pelantikan itu mengangkat tema “Reposisi Kepengurusan HMI Cabang Kotabumi sebagai Kawah Candradimuka Perkaderan dan Perjuangan.”

Tema tersebut, menurut Pemprov Lampung, menjadi momentum bagi HMI Cabang Kotabumi untuk memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas kontribusi organisasi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

HMI Kotabumi Diminta Hadirkan Solusi

Pemerintah Provinsi Lampung melihat HMI Cabang Kotabumi memiliki posisi strategis dalam pembangunan Lampung Utara. Organisasi mahasiswa tersebut memiliki ruang untuk mengembangkan pemikiran sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang hari ini menerima amanah. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan HMI agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah,” ujar Rahmat melalui Ganjar.

Lampung Utara membutuhkan generasi muda yang mampu membaca persoalan secara kritis sekaligus menawarkan jalan keluar.

“Lampung Utara membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan, tetapi juga hadir membawa solusi. Kami membutuhkan mitra yang mampu memberikan masukan secara objektif, sementara masyarakat membutuhkan kelompok intelektual muda yang dapat menyuarakan kepentingan mereka secara bertanggung jawab,” katanya.

Karena itu, HMI tidak cukup hanya mengkritik kebijakan. Organisasi ini juga perlu menghadirkan data, gagasan, kajian, dan solusi yang dapat membantu pemerintah maupun masyarakat.

Dua Peran HMI: Mitra Pemerintah dan Kontrol Sosial

Pemprov Lampung mendorong HMI Cabang Kotabumi menjalankan dua fungsi secara beriringan.

Pertama, HMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan gagasan dan masukan untuk pembangunan. Kedua, HMI tetap menjalankan fungsi kontrol sosial agar kebijakan publik berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

Kedua peran tersebut membutuhkan kader dengan kemampuan intelektual dan kepemimpinan yang kuat.

Rahmat menilai tema pelantikan juga mencerminkan kebutuhan tersebut. HMI harus menjadi ruang yang membentuk kader dengan kedalaman intelektual, kematangan kepemimpinan, keteguhan moral, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

Program HMI Harus Menyentuh Persoalan Masyarakat

Pengurus HMI Cabang Kotabumi periode 2026–2027 juga mendapat dorongan untuk menyusun program yang memiliki dampak langsung.

Beberapa bidang yang dapat menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan literasi dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan kepemudaan, serta pemanfaatan teknologi dan ruang digital secara produktif.

Program tersebut dapat menjadi jembatan antara aktivitas organisasi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat Lampung Utara.

Kegiatan kaderisasi pun tidak harus berhenti di ruang diskusi. HMI dapat membawa hasil kajian ke masyarakat melalui pendampingan, pelatihan, riset, kampanye literasi, maupun program pemberdayaan.

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, organisasi mahasiswa seperti HMI memiliki peluang besar untuk ikut memperkuat pembangunan manusia.

“Pembangunan akan menjadi lebih kuat apabila dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat. Kita tidak mungkin bekerja sendiri,” ujar Rahmat.

Kolaborasi tersebut dapat membuka ruang bagi HMI untuk terlibat dalam berbagai persoalan daerah. Pemerintah membutuhkan perspektif anak muda, sementara masyarakat membutuhkan organisasi yang mampu menerjemahkan persoalan menjadi gagasan yang mudah dipahami dan dijalankan.

Bupati Lampung Utara: Kader Bukan Sekadar Atribut Organisasi

Bupati Lampung Utara dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya makna kaderisasi bagi anggota HMI.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya mengenakan atribut organisasi, mengikuti forum, atau menduduki posisi kepengurusan. Kaderisasi harus membentuk karakter, cara berpikir, keberanian, dan kepemimpinan.

“Menjadi kader adalah tentang proses. Proses membaca keadaan, mengasah pikiran, membersihkan hati, memperkuat keberanian, dan pada akhirnya menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia melihat kader HMI Cabang Kotabumi memiliki potensi besar untuk menjadi intelektual, pemimpin, sekaligus penggerak perubahan di Lampung Utara.

Potensi tersebut perlu pengurus arahkan melalui proses pembelajaran yang konsisten. Diskusi, organisasi, pengabdian, dan interaksi dengan masyarakat dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan para kader.

Kritik Harus Disertai Data dan Solusi

Bupati juga mengajak kader HMI membangun budaya berpikir kritis yang sehat.

Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan bagian dari proses intelektual. Namun, perbedaan tersebut harus tetap berada dalam semangat membangun daerah.

“Kita boleh berbeda dalam cara memandang persoalan, tetapi jangan pernah berbeda dalam semangat membangun daerah. Kita boleh kritis, tetapi akan jauh lebih bermakna apabila kritik itu disertai data, gagasan, solusi, dan ketulusan untuk membangun,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tradisi intelektual dan perjuangan.

Kritik yang berbasis data dapat membantu pemerintah melihat persoalan dari perspektif berbeda. Pada saat yang sama, gagasan yang konstruktif dapat membuka peluang lahirnya solusi baru bagi masyarakat.

HMI Kotabumi Dibuka untuk Kolaborasi Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara membuka ruang kolaborasi bagi HMI Cabang Kotabumi untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan.

Kontribusi itu dapat hadir melalui gagasan, kritik, masukan, penelitian, inovasi, maupun kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga membutuhkan keterlibatan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan agar pembangunan tidak hanya berjalan dari atas, tetapi mendapat masukan dari kelompok muda yang aktif membaca persoalan di lapangan.

Bagi HMI, ruang tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kaderisasi menghasilkan dampak nyata.

HMI Didorong Jadi Kekuatan Muda Lampung Utara

Pelantikan pengurus baru HMI Cabang Kotabumi periode 2026–2027 akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar pergantian kepengurusan.

Organisasi mahasiswa tersebut memiliki peluang untuk memperkuat tradisi intelektual, melahirkan pemimpin muda, mengawal kebijakan publik, serta membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan.

Jika HMI mampu menggabungkan kaderisasi dengan pengabdian dan kolaborasi, organisasi ini dapat menjadi salah satu kekuatan muda dalam pembangunan Lampung Utara.

Pemerintah Provinsi Lampung pun berharap kepengurusan baru HMI Cabang Kotabumi mampu menerjemahkan semangat perjuangan menjadi program nyata.

HMI tidak hanya dituntut melahirkan kader yang mampu berpikir kritis, tetapi juga generasi muda yang berani bergerak, menawarkan solusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung Utara.***