ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung memantau penyaluran BBM di sejumlah SPBU Bandar Lampung, Senin (21/9/2026).
Monitoring SPBU tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok dan kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat. Tim Pertamina dan Dinas ESDM Lampung mengunjungi empat SPBU dalam kegiatan tersebut.
Stok Biosolar, Pertalite, dan Pertamax Tersedia
Hasil monitoring menunjukkan stok Biosolar, Pertalite, dan Pertamax tersedia di SPBU yang dikunjungi. Tim juga melihat antrean kendaraan dalam kondisi tertib dan terkendali.
Selain mengecek stok, Pertamina dan Dinas ESDM Lampung berdialog dengan sejumlah konsumen. Dialog berlangsung di SPBU 24.351.35 Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung.
Sejumlah konsumen yang ditemui berasal dari kalangan pengemudi transportasi online dan kurir. Mereka menyampaikan bahwa pembelian Pertalite berjalan tanpa kendala.
Dinas ESDM Lampung Temukan Tidak Ada Pelanggaran
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan turut mengikuti monitoring SPBU. Ia mengatakan antrean masih muncul di sejumlah lokasi.
Namun, ketersediaan BBM tetap mencukupi kebutuhan konsumen. Tim monitoring juga tidak menemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
“Dinas ESDM Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengawal penyaluran BBM agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah,” ujar Budhi.
Ia mengatakan Dinas ESDM juga akan menindak penyalahgunaan BBM jika petugas menemukan pelanggaran di lapangan.
Menurut Budhi, peningkatan kebutuhan BBM turut dipengaruhi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi. Perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang mendorong perpindahan tersebut.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung ikut meningkatkan kebutuhan BBM.
Penyaluran Pertalite di Lampung Naik 10 Persen
Sales Area Retail Lampung Pertamina Patra Niaga Bima Kusuma Aji mengatakan penyaluran Pertalite mengalami peningkatan sejak Mei 2026.
Rata-rata penyaluran mencapai sekitar 2.200 kiloliter (KL) per hari. Angka tersebut naik dari sekitar 2.000 KL per hari pada periode Januari-April 2026.
Dengan demikian, penyaluran Pertalite meningkat sekitar 10 persen atau sekitar 200 KL per hari.
“Peningkatan penyaluran Pertalite tidak hanya dipengaruhi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi, tetapi juga sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Lampung,” jelas Bima.
Ia menyebut pertumbuhan kendaraan baru turut memengaruhi kebutuhan BBM. Jumlah kendaraan baru tercatat meningkat sekitar 21 persen.
Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan juga meningkat sekitar 25 persen. Kondisi tersebut ikut mendorong aktivitas mobilitas masyarakat di Lampung.
Pertamina Perkuat Monitoring SPBU
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Pertamina juga melakukan monitoring secara berkala. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran penyaluran BBM di SPBU.
“Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat,” ujar Rusminto.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah membantu Pertamina memantau kondisi penyaluran BBM di lapangan. Pertamina juga memastikan pelayanan SPBU berjalan optimal.
“Kami juga memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta monitoring di lapangan agar pelayanan di SPBU berjalan optimal dan penyaluran BBM tepat sesuai peruntukannya,” lanjut Rusminto.
Pertamina Imbau Masyarakat Beli BBM Sesuai Kebutuhan
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga perlu membeli BBM sesuai peruntukannya.
Pertamina meminta konsumen tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Dengan begitu, seluruh konsumen dapat memperoleh pelayanan BBM secara optimal.
Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi atau mendapatkan informasi mengenai layanan dan produk Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135.





