oleh

Angkat Keindahan Tenun Sumba Pendopo Hadirkan Kampanye “Rindu Timur”

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA — PENDOPO yang merupakan rumah kurasi pakaian, kerajinan, dan kuliner khas Indonesia milik Kawan Lama Group, bekerjasama dengan Harper’s Bazaar menyelenggarakan event virtual bertajuk RINDU TIMUR – Menelusuri Wastra Sumba pada hari Jumat, 20 Agustus 2021.

Acara yang dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari serta pecinta wastra Nusantara ini merupakan bagian dari kampanye RINDU TIMUR yang dilakukan oleh PENDOPO.

Tasya Widya Krisnadi selaku Merchandising & Operation Director PENDOPO menuturkan Tanah Sumba bagaikan hidden gem dengan keindahan alam yang luar biasa, serta memiliki khasanah budaya yang menarik perhatian, salah satunya adalah keindahan kainnya.

“Potensi inilah yang dilihat PENDOPO dapat digali lebih dalam dengan mempersembahkan kampanye RINDU TIMUR, yang membawa salah satu kekayaan budaya Timur Indonesia yang diwakilkan oleh Sumba, melalui keindahan kain Tenun ikat Sumba dengan segala keunikan dan cerita di dalam prosesnya.”

“Kami ingin mengenalkan, bahwa selain kain Batik yang memang sudah mendunia, Indonesia juga memiliki kekayaan dan keragaman kain tradisional, dari daerah lain,” jelas Tasya dalam siaran pers yang diterima Altumnews.com, Kamis (26/8/2021).

Keindahan dan daya pikat dari tenun ikat khas ini dijaga oleh masyarakat adat Sumba dari masa ke masa dengan mempertahankan teknik penenunannya yang tradisional, mulai dari pemintalan benang, tahap pewarnaan secara alami, hingga proses penenunannya yang membutuhkan waktu 6 bulan hingga 3 tahun.

Nuansa tribal dan back to nature dalam kearifan lokal terpancar dalam corak khas kain tenun Sumba ini sehingga membuatnya terlihat unik dan berbeda dari kain tenun lainnya.

Setiap kain Sumba ditenun dengan motif yang berbeda dan diberikan sisipan makna dan filosofi dari pengrajinnya sehingga memiliki nilai tersendiri. Misalnya, motif gurita yang melambangkan kebesaran seorang pemimpin, atau motif kakatua sebagai lambang persatuan dan kesatuan.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung Ajak Pramuka Satukan Gerak Langkah Untuk Percepatan Penanganan Covid-1

Pewarna yang digunakan para penenun untuk membuat kain ini pun masih menggunakan bahan alami seperti akar mengkudu, lumpur, dan kayu. Proses pembuatan kain dengan nilai-nilai budaya dari leluhur di dalam kain ini membuat tenun Sumba dianggap sebagai harta yang berharga dan diwariskan turun-temurun ke anak cucu.

“Nilai budaya dan tradisi yang kian dijaga oleh para pengrajin Sumba ini mendorong semangat kami untuk ikut serta menghubungkan hasil kerajinan mereka ke pasar ritel modern. Tidak hanya itu, ke depannya, kami akan terus memberikan dampak sosial yang positif untuk para pengrajin kecil dan menengah di Sumba melalui dukungan pemasaran, program pendampingan dan pembinaan bisnis untuk UMKM,” lanjut Tasya.

Dalam acara virtual Rindu Timur, Fiki Satari menyampaikan bahwa Indonesia merupakan juara dalam industri kreatif melalui keragamannya yang tidak hanya tergambarkan dari besarnya jumlah populasi sebanyak 270 juta jiwa saja, tapi juga memiliki 17 ribu lebih pulau, 1.300 lebih tradisi, 700 lebih Bahasa, dan 300 etnik grup.

Keragaman ini yang diyakini menjadi modal utama Indonesia, dimana pelaku usahanya 99.9% atau setara 64 juta pelaku adalah UMKM yang dapat menyerap 130 juta tenaga kerja, dan berkontribusi kepada 60% PDB.

Namun, dari 64 juta UMKM Indonesia, 98.7% adalah usaha mikro, yaitu usaha subsisten yang belum terakses dengan pembiayaan dan digitalisasi sehingga ekonomi kreatif berbasiskan ekonomi dan pendekatan adaptif dengan teknologi juga penting untuk dilakukan.

PENDOPO yang kehadirannya berangkat dari kepedulian untuk melestarikan budaya, sekaligus untuk memberikan dampak sosial yang positif kepada para pengrajin kecil dan menengah di Indonesia, memiliki visi meningkatkan kesadaran dan apresiasi budaya melalui pendekatan pengalaman ritel.

BACA JUGA:  Libatkan TTI, Jelang Nataru, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Gelar Pasar Murah di Air Naningan Tanggamus

Sebagai bagian dari Kawan Lama Group yang memiliki pengalaman di bidang ritel lebih dari 65 tahun, PENDOPO telah mengkurasi lebih dari 80 UMKM melalui lebih dari 500 produk hasil karya mereka yang bergerak di bidang pakaian, kerajinan, perlengkapan rumah, aksesoris, hingga makanan tradisional dan minuman herbal dari seluruh Nusantara yang dipasarkan melalui toko maupun kanal belanja online yang dimiliki oleh PENDOPO.

Harapannya, dengan membawa hasil karya UMKM masuk ke ritel modern, dapat memberikan nilai tambah bagi produk-produk tersebut.

Para pecinta kerajinan dapat menikmati perjalanan budaya melalui berbagai hasil anak bangsa yang tersedia di toko PENDOPO yang berlokasi di Living World Alam Sutera.

Di samping itu, PENDOPO juga menyediakan kemudahan akses untuk mendapatkan berbagai produk tersebut secara online melalui webstore di www.ruparupa.com dan Shopee.

Kunjungi pula laman resmi www.pendopoindonesia.id dan Instagram @pendopoindonesia untuk mendapatkan inspirasi dan update terkini dari PENDOPO.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed